Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Dalam Kelompok Kecil di SMP Negeri 1 Belitang Jaya

ABSTRAK

Oleh :Halimah, Lusiana, Destiniar

Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di kelas VIII, rata-rata nilai ulangan siswa masih dibawah Kriteria Minimal. Hal ini dikarenakan fungsi guru dikelas yang sangat mendominasi, sedangkan siswanya cenderung pasif. Untuk itulah, dalam penelitian ini peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam kelompok kecil dengan tujuan agar siswanya tidak bosan dan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang Jaya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan yang menjadi variabelnya adalah peningkatan hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.4 SMP Negeri 1 Belitang Jaya. Pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik tes.
Berdasarkan hasil penelitian, hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan pembelajaran menggunakan metode inkuiri dalam kelompok kecil mengalami peningkatan pada setiap pertemuan, pertemuan pertama rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,49; pertemuan kedua didapat rata-rata hasil belajar siswa adalah 68,97 dan pada pertemuan ketiga rata-rata hasil belajar siswa adalah 76,92. Dan rata-rata nilai siswa yang diperoleh dari tiga kali pertemuan adalah 70,13, termasuk dalam kategori baik. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam kelompok kecil dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Bidang Ilmu : Pendidikan
Kata Kunci : Hasil belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam kelompok kecil.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM POKOK BAHASAN BANGUN DATAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VII DI SMP NEGERI 10 PALEMBANG

ABSTRAK

Oleh :Fitri yani, Rosinta Parapat, Destiniar

Untuk mengikuti fungsi pendidikan nasional seorang guru dituntut untuk menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan memaknai pelajaran bagi siswa adalah model pembelajaran Problem Based Learning ( PBL). Penyebab rendahnya hasil belajar siswa dalam pokok bahasan bangun datar adalah banyak siswa yang malu bertanya, belum mampu mengungkapkan pendapat, keberanian untuk menjawab pertanyaan kurang, tidak dapat mengintegrasikan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah sehingga suasana pembelajaran cenderung kaku. Jadi pembelajar hanya bersifat teoritis dan abstrak. Penelitian bertujuan untuk melihat aktivitas siswa pada saat mengikuti proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran problem based learning (PBL) pada materi pokok himpunan di kelas VII SMP negeri 10 Palembang.
Variabel penelitian ini adalah hasil belajar dan aktivitas siswa kelas VII.1 setelah diterapkan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada pokok bahasan bangun datar di kelas VII SMP Negeri 10 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu atau ekperiment one short case study. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Kemudian data dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif.
Dari hasil analisis data dan pembahasan siswa kelas VII.1 SMP Negeri 10 Palembang setelah diterapkannya model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan jumlah siswa 38 orang, maka dapat disimpulkan aktivitas yang paling dominan adalah aktivitas visual (87,3%), dan aktivitas lisan (62,5%) merupakan aktivitas yang paling rendah dilakukan siswa, serta hasil belajar siswa termasuk kategori baik dengan nilai sebesar 71,68.
Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL) dan Hasil Belajar

Penerapan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Pokok Bahasan Himpunan Di Kelas VII SMP Daarul Aitam Palembang

ABSTRAK

Oleh ; Murizal, Dra. Destiniar, M.Pd dan Dra. Rosinta P Parapat

Selama ini proses belajar mengajar yang digunakan masih menggunakan pembelajaran konvensional atau pembelajaran yang berpusat pada guru, sedangkan siswa hanya menerima apa yang dijelaskan oleh guru tanpa terlibat aktif dalam menemukan sendiri apa yang dipelajari, sehingga ilmu tidak mudah melekat dan mudah dilupakan. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa dan siswa kurang termotivasi untuk belajar matematika karena didominasi guru dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka peneliti menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB). Penggunaan SPPKB dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran,sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan utuk memecahkan masalah yang diajukan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakan aktivitas siswa selama diterapkan SPPKB dan hasil belajar siswa setelah diterapkan SPPKB pokok bahasan himpunan di Kelas VII SMP Daarul Aitam Palembang. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama penerapan SPPKB dan hasil belajar siswa setelah diterapkan SPPKB.
Variabel dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah diterapkan SPPKB di kelas VII SMP Daarul Aitam Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen katagori one shot case study. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes, kemudian dianalisis dengan teknik analisis data deskriftif kuantitatif.
Dari hasil penelitian dengan menerapkan SPPKB maka dapat disimpulkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan SPPKB didominasi oleh aktivitas mental yang diikuti aktivitas lisan dan aktivitas menulis sedangkan hasil belajar siswa pada tes evaluasi dengan rata-rata 80,10 dengan katagori baik

Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Untuk Mengetahui Pemahaman Konsep Siswa di SMP Negeri 1 BPR. Ranau Tengah

ABSTRAK

Oleh ;Lia Juwita

Berdasarkan Proses pembelajaran yang dilakukan guru selama ini masih secara klasikal, belum mampu memperhatikan perbedaan siswa, guru memberikan layanan yang sama kepada seluruh siswa. Dengan demikian siswa yang berbeda kecepatan belajarnya belum mendapatkan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan masing – masing. Siswa yang berkemampuan tinggi belum mendapatkan pembelajaran yang optimal sementara siswa yang berkemampuan rendah tetap tertinggal dari kelompok sedang. Pemahaman konsep siswa masih kurang karena pembelajaran matematika yang diterapkan masih cenderung menekankan pada keterampialan berhitung dari pada penguasaan konsep – konsep matematika. Salah satu alternatif yang dapat memberikan layanan perbedaan individu adalah dengan menggunakan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI). Model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) merupakan sebuah model pembelajaran yang bertisikan sejumlah strategi pembelajaran yang efektif digunakan untuk siswa yang berbeda kemampuannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemampuan pemahaman konsep siswa dengan penerapan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI).
Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.4 SMP Negeri 1 BPR Ranau Tengah dengan jumlah siswa 38 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan testerdiri dari 5 soal.
Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model Aptitude Treatment Interaction (ATI) untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dikategorikan baik dengan rata – rata 77,03. sehubungan dengan kesimpulan tersebut disarankan kepada guru matematika agar menerapkan pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) untuk melatih siswa dalam memahami konsep matematika.

PENGARUH TEKNIK PEMBELAJARAN BRAIN STORMING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS KELAS VII DI SMP AL- IKHLAS PALEMBANG

ABSTRAK

oleh ; LANSANA PUTRI, Dra. Destiniar, M. Pd dan Ety Septiati, S.Si., M.T.

Dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama ini oleh para guru di SMP AL-IKHLAS Palembang siswa sepenuhnya masih menerima dari guru tanpa melibatkan keaktifan siswa, guru memberikan materi, memberikan catatan sehigga membuat pelajaran matematika bersifat hapalan bukan melatih pola pikir siswa. Siswa mengerjakan soal selalu ditunjuk oleh guru dan cendrung mengalami ketakutan karena siswa sering tidak dapat menjawab. Hal ini disebabkan siswa kurang mengeti materi yang di ajarkan oleh guru sehingga menjadikan siswa monoton, siswa tidak mengerti apa yang menjadi tujuan pembelajaran, sehingga keaktifan siswa rendah yang akan berdampak pada nilai belajar siswa. Salah satu teknik pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada guru dan menjadikan siswa tidak hanya sebagai objek tetapi sampai kepada subjek yaitu teknik pembelajaran brain storming. Pembelajaran dengan brain storming merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, siswa dapat mengemukakan gagasan atau pendapat dan ide sehingga kemampuan siswa dapat berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh teknik brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas VII SMP AL-IKHLAS Palembang dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh teknik brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas VII SMP AL-IKHLAS Palembang.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah”Ada pengaruh teknik brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas VII SMP AL-IKHLAS Palembang”. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%.
Dari hasil tes belajar siswa diproleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 82,80 dengan kriteria penilaian baik dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol 69,87 dengan kriteria penilaian cukup. Dan perbedaan rata-rata kelas eksperimen dan kontrol sebesar 12,93. Dari hasil analisis data didapat ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas VII SMP AL-IKHLAS Palembang.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 45 PALEMBANG

Abstrak

oleh ; RAHAYU WAHYUNINGSIH, Dra. Destiniar, M.Pd dan Dra. Hj. Farah Diba, M.Pd

Model pembelajaran berdasarkan masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal, dimana siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan dunia nyata. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 45 Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 45 Palembang.
Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu variabel bebas : model pembelajaran berdasarkan masalah dan pendekatan ekspositori dan variabel terikat : kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dimana metode ini digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik uji-t. Tetapi sebelum dilakukan uji-t dicari nilai rata-rata untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian, dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui data tersebut normal atau tidak dan setelah itu dilakukan uji homogenitas data untuk mengetahui varians dari data tersebut. Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas baru data tersebut dianalisis menggunakan uji-t.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 45 Palembang. Hal ini terlihat dari hasil tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dicapai oleh siswa pada kelas eksperimen atau kelas yang menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol atau kelas yang menggunakan pendekatan ekspositori. Perbedaan ini terlihat jelas pada nilai rata-rata dari tes akhir, dimana pada kelas eksperimen nilai rata-rata hasil tes akhir adalah , sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata tes akhir adalah . Sehingga dari yang diperoleh pada analisis data terlihat bahwa lebih besar dari pada yaitu 8,50 > 1,668.

Kata Kunci : model pembelajaran berdasarkan masalah, pendekatan ekpositori, kemampuan pemecahan masalah matematis.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DALAM KELOMPOK KECIL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SMP DAARUL AITAM PALEMBANG

Abstrak

oleh ; Yeni Susanti, Destiniar dan Farah Diba

Model pembelajaran Problem Posing adalah perumusan soal atau pembentukan soal dari situasi yang tersedia, baik dilakukan sebelum, ketika, atau setelah menyelesaikan suatu soal. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh model pembelajaran problem posing dalam kelompok kecil terhadap hasil belajar matematika siswa di SMP Daarul Aitam Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar matematika siswa di SMP Daarul Aitam Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Daarul Aitam Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran problem posing dapat memotivasi siswa untuk belajar matematika sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi maksimal.
Kata Kunci : Problem Posing, hasil belajar siswa, pembelajaran matematika.