PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI DIKELAS X SMA PGRI 3 BATURAJA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN MULTIMEDIA
INTERAKTIF PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI
DIKELAS X SMA PGRI 3 BATURAJA

Oleh:

Rionardho
Email : rio_nardho@yahoo.co.id
Destiniar
Dosen PNS Dpk pada FKIP UNIV PGRI PLG
Email : destiniarpgri@yahoo.co.id

Penelitian yang dilaksanakan di SMA PGRI 3 Baturaja ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang baik untuk pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Lokasi pengembangan dilakukan di SMA PGRI 3 Baturaja pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang dimulai pada awal bulan Juli 2011. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.A SMA PGRI 3 Baturaja yang berjumlah 39 orang. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap pendahuluan dan tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah validasi instrumen, observasi dan tes. Validasi instrumen dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kevalidan bahan ajar berbasis multimedia interaktif. Observasi dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kepraktisan bahan ajar berbasis multimedia interaktif, sedangkan tes digunakan untuk mengetahui gambaran tentang keefektifan bahan ajar berbasis multimedia interaktif setelah belajar dengan menggunakan bahan ajar berbasis multimedia interaktif tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan penilaian dari dosen, guru, siswa dalam tahap one-to-one evaluation dan small group, bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan oleh peneliti sudah memenuhi kriteria bahan ajar yang baik yang telah ditetapkan; (2) Berdasarkan penilaian dari proses penerapan, bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan oleh peneliti sudah memenuhi syarat kepraktisan dilihat dari hasil uji coba yang tergolong dalam kategori praktis; (3) Rata-rata hasil tes siswa adalah 80,20 yang tergolong dalam kategori sangat baik.

Kata kunci: Bahan ajar, Multimedia interaktif

Disampaikan pada Seminar Nasional, 26 Mei 2012 di FKIP UNSRI Palembang

1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemajuan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) membawa dampak besar dalam pada perkembangan dunia pendidikan, kita tahu teknologi juga bermanfaat besar dalam menunjang setiap aspek kehidupan salah satunya pada bidang pendidikan bahkan saat ini teknolgi iinformasi dan komunikasi telah menjadi salah satu mata pelajaran yang dimasukkan dalam satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Dalam bidang pendidikan komputer sebagai media yang berpotensi sangat besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam pendidikan. Pendidikan sebagai salah satu aspek yang berperan penting dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas serta dapat berperan untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu,harus dilakukan pembaharuan dibidang pendidikan sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
Masalah Penelitian
Pembatasan Lingkup Masalah
Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu meluas serta tidak menyimpang dari sasaran yang sebenarnya, maka perlu adanya pembatasan masalah. Maka penulis membatasi ruang lingkup dari permasalahan yaitu:
1. Pengembangan dalam penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar menggunakan
multimedia interaktif yaitu dengan menggunakan macromedia flash pro 8 pada
pokok bahasan geometri dikelas X SMA pada bahasan dimensi tiga.
2. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimensi tiga pada pokok bahasan
menentukan kedudukan jarak dan besar sudut yang mengikut sertakan titik garis dan
bidang
3. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA PGRI 3 Baturaja tahun ajaran
2010/2011
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : “Apakah bahan ajar menggunakan multimedia interaktif yang dikembangkan peneliti sudah memenuhi kriteria bahan ajar yang baik untuk pembelajaran matematika pokok bahasan dimensi tiga di kelas X SMA?“.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk, menghasilkan bahan ajar menggunakan multimedia interaktif yang memenuhi kriteria bahan ajar yang yang baik untuk pembelajaran matematika pokok bahasan dimensi tiga di kelas X SMA PGRI 3 Batuaraja.

2. PROSEDUR PENELITIAN
Metode Penelitian
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan atau development research. Menurut Sugiyono (2010:297), “development research adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut”.
Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu preliminary dan formative study yang meliputi self evaluation, prototyping, dan field test (Zulkardi dikutip Fuadiah, 2009).

Revise Revise
Revise

Gambar : Tahap Pengembangan Bahan Ajar (Zulkardi dikutip Fuadiah, 2009)
1. Preliminary
Pada tahap ini meliputi :
a. Tahap Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis siswa, analisis kurikulum matematika untuk tingkat SMA kelas X pada pokok bahasan dimensi tiga khususnya menentukan kedudukan jarak dan besar sudut yang mengikut sertakan titik garis dan bidang, dan analisis buku-buku paket berdasarkan kurikulum KTSP.
b. Tahap Pendesainan
Pada tahap ini dilakukan pendesainan bahan ajar pada pokok bahasan kedudukan jarak dan besar sudut yang mengikut sertakan titik garis dan bidang untuk tingkat SMA kelas X.
Pada tahap pendesainan terdiri dari tiga siklus yaitu, desain pertama(project 1), desain kedua(project 2), dan desain ketiga(project 3) sebagai produk akhir. Masing-masing desain mengacu pada tiga kriteria yaitu, isi, konstruk, dan bahasa.
2. Formative Study
Pada tahap ini meliputi :
a. Self Evaluation, yaitu penilaian oleh diri sendiri terhadap desain pertama pada pokok dimensi tiga khususnya menentukan kedudukan jarak dan besar sudut yang mengikut sertakan titik garis dan bidang. Setelah tahap self evaluation, dilanjutkan dengan tahap expert reviews, yaitu validasi oleh pakar terhadap bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat dikonsultasikan dengan pakar untuk menguji validitas isi, konstruk, dan bahasa. Setelah tahap Expert Reviews, dilanjutkan dengan tahap one to one, yaitu desain produk(prototype 1) diberikan kepada satu persatu siswa (non subyek penelitian) untuk mengamati, memberikan tanggapan, dan mengerjakan soal-soal. Hasil uji coba ini dianalisis sehingga menghasilkan saran-saran untuk merevisi bahan ajar.
b. Revisi
Saran-saran dan hasil validasi pakar pada desain pertama dijadikan bahan untuk merevisi bahan ajar yang kemudian dinamakan desain kedua(prototype 2).
3. Small Group
Pada tahap ini, bahan ajar diujicobakan pada siswa yang bukan subyek penelitian dalam kelompok kecil untuk mengevaluasi desain kedua dan mengamati kepraktisan dari desain produk tersebut. Menurut Akker (dikutip Fuadiah, 2009:17), kepraktisan desain produk dapat dipenuhi apabila dikatakan praktis oleh pakar dan dapat digunakan.
4. Revisi
Pada tahap ini, bahan ajar dikonsultasikan kembali dengan dosen pembimbing dan pakar. Berdasarkan saran tersebut, dilakukan analisis dan revisi bahan ajar yang kemudian menghasilkan desain ketiga(prototype 3).
5. Field Test
Pada tahap ini, desain ketiga diujicobakan pada subyek penelitian yaitu siswa kelas X SMA PGRI 3 Baturaja dengan satu kelas uji coba. Produk yang diujicobakan pada field test ini merupakan produk yang telah memenuhi standar validitas dan kepraktisan. Pada tahap field test akan dilihat efek potensial dari penggunaan produk yang diukur melalui nilai akhir siswa. Menurut Kartinah (2010:630), keefektifan desain produk dapat dipenuhi apabila produk yang dikembangkan dikatakan efektif oleh pakar, telah mencapai sasaran dan memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar.
3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Preliminary
a. Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis siswa, analisis kurikulum matematika untuk tingkat SMA kelas X pada pokok bahasan Geometri khususnya Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga, dan analisis buku-buku paket berdasarkan kurikulum KTSP. Adapun hasil analisisnya adalah sebagai berikut :
1. Hasil analisis siswa kelas X SMA PGRI 3 Baturaja rata-rata berusia 16 – 17 tahun. Pada usia ini, siswa cenderung atau telah mengetahui perangkat serta menggunakan komputer ataupun internet karena dari hasil analisa tidak ada satu orangpun yang tidak memiliki akun jejaring sosial. Proses pembelajaran menggunakan Multimedia interaktif sesuai dengan karakteristik siswa karena menggunakan perangkat dan media yang baik.
2. Hasil analisis pokok bahasan geometri berdasarkan kurikulum KTSP telah diajarkan mulai dari Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga diperdalam lagi pada kelas X
3. Hasil analisis pokok bahasan Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga. pada buku-buku teks yang beredar sudah cukup bagus dari segi isi
b. Pendesainan
Pada tahap ini dilakukan pendesainan bahan ajar pada pokok bahasan Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga menggunakan macromedia flash pro 8 dengan draft atau kerangka yang telah disusun terlebih dahulu.
Formative Study
a. Self Evaluation
Pada tahap ini dilakukan penilaian oleh diri sendiri terhadap desain pertama bahan ajar multimedia interaktif (prototype pertama).
a. Expert Reviews
Pada tahap pertama setelah multimedia diselesaikan oleh peneliti maka pada tanggal 02 – 03 desember 2011 peneliti melakukan uji validasi tentang bagaimana desain dan tampilan multimedia yang telah dibuat yang divalidasi oleh muhamad najib.S.Kom,M.M selaku kepala pusdikom dan dosen diuniversitas PGRI Palembang Sebelum diujicobakan pada 1 orang siswa pada tahap one to one,
a. One to one
Prototype pertama yang telah divalidasi oleh satu orang guru dan dua orang pakar, kemudian diujicobakan pada 1 orang siswa. Hasil uji coba prototype pertama (one to one) yang dilaksanakan pada tanggal 13 desember 2011 pada 1 orang siswa (bukan subyek penelitian) di lingkungan peneliti setelah dianalisis ternyata hanya 1 yang jawaban yang salah berarti memiliki nilai 90.
a. Small Group
Setelah dilakukan proses validasi, prototype kedua diujicobakan pada 5 orang siswa bukan subyek penelitian. Tahap ini disebut tahap small group.dengan hasil yang cukup baik
b.Field Test
Prototype ketiga diujicobakan pada 39 orang siswa kelas X.A SMA PGRI 3 Baturaja pada tanggal 2 januari 2012, 5 januari 2012, 9 januari 2012 dan 12 januari 2012. Dengan nilai rata-rata 8,20 berarti bahan ajar sudah baik karena memiliki efek potensial yang baik dengan melihat nilai rata-rata pada saat field test
Berdasarkan hasil pengembangan bahan ajar menggunakan multimedia interaktif pada pokok bahasan Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga prototype pertama, prototype kedua, dan prototype ketiga dapat diuraikan hasil pengembangannya adalah sebagai berikut :
1. Validitas
Prototype pertama yang divalidasi oleh pakar dan diujicobakan pada tahap one to one menghasilkan saran untuk merevisi prototype pertama menjadi prototype kedua. Prototype kedua divalidasi kembali oleh pakar dan diujicobakan pada tahap small group, kemudian dilakukan revisi terhadap prototype kedua menjadi prototype ketiga. Prototype ketiga sudah dapat dikatakan valid oleh pakar berdasarkan tiga kriteria, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas bahasa. Bahan ajar sudah dapat dikatakan memiliki validitas isi karena dapat mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang tertera dalam kurikulum. Bahan ajar sudah dapat dikatakan memiliki validitas konstruk karena isi dari bahan ajar dapat mengukur setiap aspek berpikir yang disebutkan dalam tujuan pembelajaran. Bahan ajar sudah dapat dikatakan memiliki validitas bahasa karena bahasa yang digunakan sesuai dengan EYD dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
2. Praktis
Kepraktisan dari bahan ajar diukur melalui keterpakaian dan kemudahan siswa dalam menggunakan bahan ajar. Bahan ajar sudah dapat dikatakan praktis oleh pakar berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada prototype kedua yang dilakukan pada tahap small group. Selain itu, pengamatan yang dilakukan peneliti pada saat siswa mengerjakan prototype kedua menunjukkan bahwa siswa secara antusias mengerjakan setiap aktivitas dan soal-soal yang diberikan. Hal ini didukung oleh komentar siswa terhadap prototype diantaranya siswa senang belajar dengan menggunakan prototype yang diberikan karena dilakukan secara langsung dan dilengkapi dengan animasi yang menarik.
3. Efek Potensial
Efek potensial dari bahan ajar yang dikembangkan terhadap hasil belajar siswa memberikan hasil yang baik. Hal ini terlihat dari hasil tes evaluasi siswa pada tahap field test diperoleh nilai rata-rata siswa 80,02 termasuk dalam kategori hasil belajar yang baik.
Berdasarkan hasil validasi oleh pakar, hasil pengamatan uji coba prototype pada tahap one to one, small group, dan field test, komentar siswa terhadap prototype, hasil pekerjaan siswa pada prototype, dan hasil tes evaluasi siswa pada tahap field test dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan bahan ajar pokok Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga menggunakan menggunakan multimedia interaktif sudah dapat dikatakan valid, praktis, dan memiliki efek potensial, berarti bahan ajar sudah baik terhadap hasil belajar siswa.
Simpulan
Dari deskripsi hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Karakteristik bahan ajar pokok bahasan Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga sudah dapat dikatakan valid dan praktis oleh pakar. Karakteristik valid diukur melalui proses validasi pakar berdasarkan kriteria isi, konstruk, dan bahasa. Sedangkan karakteristik praktis diukur melalui keterpakaian dan kemudahan siswa dalam menggunakan bahan ajar.
2. Efek potensial bahan ajar pokok bahasan Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga terhadap hasil belajar siswa memberikan hasil yang baik dengan nilai rata-rata siswa 80,02.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru bidang studi matematika khususnya, agar dapat memanfaatkan bahan ajar menggunakan multimedia interaktif yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagai sumber belajar alternatif dalam menyampaikan materi, menyajikan soal-soal latihan, soal-soal simulasi dan tes sehingga dapat melatih siswa untuk berpikir mandiri sekaligus memotivasi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar matematika.
Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar memperhatikan lagi aspek animasi serta memilih materi atau bahan yang lebih mudah dipahami dan diterapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi.2007. Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Anton. 2009. Pengembangan Bahan Ajar Matematika Yang Kontekstual Pada Pokok Bahasan Garis Dan Sudut Dikelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Batu. Skripsi S1(belum diterbitkan)Palembang Universitas Sriwijaya
Kunandar. 2010. Guru profesional implementasi kurikulum tingkat satuan (KTSP) dan sukses dalam sertifikasi guru. Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada
Listia, Refta. 2008. Pengembangan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika. Skripsi mahasiswa FKIP Matematika Universitas Sriwijaya 2004.
Sadiman, Arif, dkk. 2010.Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatanya. Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada
Samodra, wira, didik. 2008. Multimedia Pembelajaran interaktif http://didikwirasamodra.wordpress.com di unduh tanggal 13 mei 2011
Wirodikromo, Sartono 2010. Matematika Untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga
Sudjana, Nana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim MKPBM.2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung :
Universitas Pendidikan Indonesia
Tim Penyusun. 2011. Pedoman Penulisan Skripsi. Palembang: FKIP Universitas PGRI.
Uno, B Hamzah & Masri kuadrat. 2009 Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran. Jakarta:PT.Bumi Aksara
Warsita, Bambang.2008. Teknologi Pembelajaran Landasan & Aplikasinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Wikipedia. 2010. “Dimensi” . http://id.wikipedia.org/wiki/Dimensi. Diakses tanggal 09 JUNI 2011
Yusherlly, Hasdwi. 2009. Pengembangan Multimedia Interaktif Pada Pokok Bahasan Geometri Di Kelas X SMA Negeri 8 Palembang. Skripsi Mahasiswa FKIP Matematika Universitas Sriwijaya 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s