“Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Di SMP Puja Handayani”.

OLEH : Darmansyah

ABSTRAK

Proses belajar mengajar pada siswa kelas VIII SMP Puja Handayani Palembang, Peneliti guru Matematika menggunakan Model Pembelajaran Konvensional yaitu belajar berpusat pada guru, guru lebih aktif sebagai pemberi pengetahuan, sementara siswa pasif. Keadaan tersebut menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang bermakna dalam belajar. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM), yaitu 65. Dari 30 siswa yang mencapai SKBM sebanyak 40% yaitu 12 orang dan yang tidak mencapai SKBM sebanyak 60% yaitu 18 0rang untuk pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung. Selain itu, siswa merasa bosan dengan cara mengajar guru yang mengunakan metode ceramah, tugas, dan tanya jawab, bahkan terkadang hanya memberikan latihan saja tanpa adanya penjelasan terlebih dahulu, sehingga hasil belajar yang mereka peroleh tidak hanya sebatas standar rata-rata, melainkan diatas SKBM. Masalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah Penerapan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Matematika Di SMP Puja Handayani?”. Adapun tujuan Penelitian ini adalah ”Untuk meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah setelah diterapkan Model Problem Based Learning pada pokok bahasan bagun ruang sisi lengkung di SMP Puja Handayani siswa kelas VIII semester dua tahun ajaran 2010/2011 di SMP Puja Handayani.
Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam pemecahan masalah melalui Model Problem Based Learning, subjek penelitian ini kelas VIII SMP Puja Handayani Palembang yang terdiri 30 siswa yang terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)., sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan siswa pada Model Problem Based Learning, sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data nama siswa dan nilai siswa pada Penerapan Model Problem Based Learning selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan tingkat ketuntasan belajar secara klasikal yang semestinya 85% siswa yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran Matematika 65 hanya mencapai 52%. Sesuia dengan permasalahan dan tujuan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa ada Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Di SMP Puja Handayani Palembang telah dapat tercapai dengan baik, hal ini terbukti bahwa siklus 1 jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan baru 70% kemudian pada siklus 2 ketuntasan belajar siswa telah mencapai hingga 86,7%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s